Kamis, 29 November 2012

Kronologi Perang Dunia II


A.   Pendahuluan
Belum lagi kering darah yang tercecer pada Perang Dunia I, rakyat Eropa kembali dihadapkan pada situasi yang memilukan yaitu pecahnya Perang Dunia II. Perang Dunia I membawa dampak yang sangat tidak menguntungkan bagi pihak mana pun. Negara-negara yang kemudian mengalami krisis mulai menerapkan cara dictator dan menganut faham ultranasionalisme, diantaranya adalah :
a.       Jerman dengan Lebensraum
b.      Italia dengan Italia Irredenta
c.       Jepang dengan Hakko Ichiu
Faham yang mereka anut tersebut mengandung pengertian bahwa kepentingan negara diatas segala-galanya. Mereka merasa berhak untuk menguasai negara lain selagi untuk kepentingan bangsanya. Kekuasaan dijalankan secara otoriter dan rakyat dijadikan alat untuk mencapai kepentingan politik. Mereka menanamkan faham bahwa rakyat harus rela mengorbankan segalanya demi kepentingan bangsa dan negara.

B.   Lahirnya Negara-negara Fasis
a.      Nazi Jerman dibawah Hitler
Kekalahan Jerman pada Perang Dunia I, membawa dendan kesumat bangsa Jerman, betapa tidak, kekalahan mereka pada Perang Dunia I yang berakhir dengan perjanjian Versailles yang telah membawa dampak amat buruk bagi bangsa Jerman. Jerman berkeinginan untuk membalas dendam atas kekalahan dan penghinaan bangsanya  ( revanche of idea ) terhadap Prancis dan Inggris. Perjanjian Versailles bagi Jerman sebagai penyebab kesengsaraan bangsa Jerman dimana munculnya kesengsaraan rakyat dengan banyaknya pengangguran, perindustrian hancur, inflasi ( penurunan nilai mata uang ) tidak dapat dikendalikan, perdagangan berhenti, kapal-kapal dagang Jerman harus diserahkan kepada Inggris sebagai kompensasi Perang. Kekacauan yang terjadi di Jerman kemudian melahirkan 3 (tiga ) partai politik yang ingin berkuasa atas Jerman, yaitu :
1.       Partai Spartacis ( Komunis ) dibawah Liebkknecht
2.       Partai Social Democrat dibawah Ebert
3.       Partai Nasionalis dibawah Adolf Hitler dan Jenderal Ludendorff
Hitler melalui Partai Nasional Sosialis ( Nazi ) mencita-citakan keagungan Jerman sebagai ras yang unggul dan menurutnya ras Aria diciptakan untuk memimpin dunia.
Usaha yang dilakukan Hitler :
a)      membangun angkatan perang yang kuat
b)      membangun industri secara besar-besaran untuk mengatasi pengangguran
c)      melakukan propaganda agar rakyat Jerman mendukung Nazi
d)      mengobarkan semangat anti Yahudi dengan mengusir dan membunuh orang    
e)      Yahudi
f)        menolak perjanjian Versailles dan menolak membayar kompensasi perang
g)      membentuk dinas polisi rahasia ( Gestapo ) yang bertugas menangkap dan menembak lawan politik Nazi. Pada tanggal 1 September 1939 Jerman Menyerbu Polandia, akibat ulah Jerman tersebut Perancis dan Inggris menyatakan Perang terhadap Jerman.

b.      Fasis Italia
Fasisme adalah faham yang mengutamakan negara diatas segala-galanya, semua untuk negara (absolut). Pemerintahan dijalankan secara dictator dan system ekonomi yang dipakai adalah system ekonomi terpimpin. Faham Fasisme di Italia timbul dibawah pimpinan Benito Mussolini pada tahun 1919 dengan didirikannya Fascis Italiani di Combattimento ( Partai Fasis ). Mussolini berpendapat bahwa Italia adalah pewaris kerajaan Romawi karena itu ia berkeinginan untuk menguasai negara-negara lain yang pernah menjadi bagian dari kerajaan Romawi. Sebenarnya Italia adalah salah satu negara pemenang pada Perang Dunia I, akan tetapi Italia mengalami kerugian dimana daerah Irredenta belum dikembalikan dan rusaknya system perekonomian dan tatanan kehidupan Italia akibat Perang Dunia I, hal ini di perparah dengan kepemimpinan semasa Raja Victor Imanuel III yang tidak cakap memimpin Italia, oleh karena itu timbulah faham Fasis yang dibawa oleh Benito Mussolini. Strategi yang digunakan Mussolini untuk mencapai kejayaan bagi Italia adalah :
1.       Melakukan Kudeta terhadap Raja Victor Imanuel agar menyerahkan kekuasaannya.
2.       Melakukan propaganda tentang semangat Italia Irredenta sebagai alat penyatuan Italia.
3.       Mobilisasi angkatan perang.
4.       Menguasai Laut Tengah sebagai Mare Nostrum ( laut kita ) Italia.
5.       Melakukan Invasi terhadap Ethiopia dan Albania.

c.   Fasis Jepang
Pada tahun 1930-an Jepang menjalin persekutuan dengan Jerman dan Italia. Sebagaimana kedua negara tersebut Jepang melancarkan perang untuk memperkuat kedudukan terkuat diwilayahnya. Sekira tahun 1914 Jepang mengalami kemajuan yang amat pesat dalam bidang persenjataan. Dengan dilandasi keyakinan bahwa bangsa Jepang sebagai anak Dewa Matahari ( Amaterasu Omikami ) Jepang menganggap bahwa
bangsanya adalah bangsa tertinggi dan menganggap bahwa bangsa lain adalah rendah derajatnya. Berdasarkan dua hal diatas Jepang melancarkan ekspansinya untuk merebut dan menguasai negara-negara yang terletak di Asia-Pasifik. Usaha yang dilakukan oleh kaisar Hirohito adalah :
1.       Melakukan modernisasi angkatan perang.
2.       Mengagungkan semangat Bushido ( Jalan Ksatria ) sebagai semangat berani mati untuk membela negara dan kaisar.
3.       Mengenalkan ajaran Shinto Hakko Ichiu ( dunia sebagai satu keluarga ) dan Jepang sebagai pemimpin dunia.
4.       Menyingkirkan tokoh politik yang anti militerisme.
5.       Melakukan propaganda gerakan Jepang sebagai Cahaya, Pemimpin dan Pelindung Asia yang akan membebaskan negara asia dari belenggu penjajahan Barat.
6. Memperluas pengaruhnya di Korea, Manchuria dan China.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar